Rabu, 04 Januari 2012

Laporan tentang Praktikum Fotosintesis ( Sachs )


Laporan tentang
Praktikum Fotosintesis ( Sachs )


BAB I
PENDAHULUAN
1.1                       Latar Belakang
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H2O dan CO2 menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi sebagai penangkap energi cahaya matahari .
 Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastid yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman, yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membrane tilakoid. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. klorofil a merupakan hijau rumput (green grass pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan. Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Klorofil b merupakan pigmen hijau-kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan, ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof.
Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas. Pada umumnya kloroplas itu berbentuk oval, bahan dasarnya disebut stroma, sedang butir-butir yang terkandung di dalamnya disebut grana. Pada tanaman tinggi ada dua macam klorofil, yaitu:
klorofil-a         : C55H72O5N4Mg, berwarna hijau tua
klorofil-b         : C55H70O6N4Mg, berwarna hijau muda
Rumus bangunnya berupa suatu cincin yang terdiri atas 4 pirol dengan Mg sebagai inti. Rumus bangun ini hamper serupa dengan rumus bangun haemin (zat darah), di mana intinya bukan Mg melainkan Fe. Pada klorofil; terdapat suatu rangkaian yang disebut fitil yang dapat terlepas menjadi fitol C2H39OH, jika kena air (hidrolisis) dan pengaruh enzim klorofilase. Fitol itu lipofil (suka asam lemak), sedangkan biasanya disebut rangka porfin, sifatnya hidrofil (suka akan air).
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembentukan klorofil:
1.      Faktor pembawaan.
      2.      Cahaya.
      3.      Oksigen
      4.      Karbohidrat.
      5.      Nitrogen Magnesium.
      6.      Air.
      7.      Unsur-unsur Mn, Cu, Zn dan lain-lain
      8.      Temperatur
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:
Intensitas cahaya
      Konsentrasi karbon dioksida
      Suhu
      Kadar air
      Kadar fotosintat (hasil fotosintesis)
      Tahap pertumbuhan
Fotosintesis berlangsung dalam 2 tahap, yaitu :

1. Reaksi Terang
 Reaksi terang fotosintesis merupakan reaksi pengikatan energi cahaya oleh klorofil yang berlangsung digrana yang dilaksanakan oleh fotosistem. Fotosistem merupakan unit yang mampu menangkap energi cahay matahari dalam rantai transfor elektron pada fotosintesis. Tersusun atas kompleks antene pusat reaksi dan akseptor elektron
2. Reaksi gelap
 Reaksi gelap fotosintesis merupakan reaksi pengikatan CO2 oleh molekul RBP (Ribolosa Bifosfat) untuk mensintesis gula yang berlangsung distroma, reaksi gelap meliputi 3 hal penting, yaitu:
 a. Karboksilasi, merupakan pengikatan CO2 oleh RPB untuk membentuk molekul PGA.
       b. Reduksi ; PGA (3C) direduksi oleh NADPH menjadi PGAL (3C).
       c. Regenerasi ; pembentukan kembali RBP
Pada tahun 1962, Gustav Julius Von Sachs, membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium, amilum dengan yodium memberikan warna hitam. Amilum hanya terdapat pada bagian daun yang hijau dan terkena sinar.
Pada percobaaan Sachs, A daun yang sebagian tertutup x, terkena sinar sepanjang hari. B daun tersebut setelah dipetik, direbus, direndam dalam alcohol untuk melarutkan klorofilnya dan setelah itu dicelup dalam larutan yodium. Bagian yang tertutup tampak putih (berarti tanpa amilum), sedang daerah sekitarnya berwarna hitam yang menunjukkan adanya amilum.
Pada tahun 1860, Sachs membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia menggunakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum.
1.2   Tujuan Penelitian
Mengetahui peran cahaya dan hasil dari proses fotosintesis Dan Mengetahui bahwa hasil fotosintesis adalah glukosa berupa bahan organik yang disimpan dalam bentuk amilum .

BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1  Alat dan Bahan
Alat:
Alat:
1.    Beker gelas
2.    Kompor Spitritus
3.    Pinset
4.    Kaki tiga
5.    Penjepit kertas (klip)
Bahan:
1.    Alkohol 70 %
2.    Air/aquades
3.    Yod KI/lugol
4.    Daun
5.    Kertas timah
2.2                 Cara Kerja
                              1.            Tutuplah sebagian daun-daun pada suatu tanaman daun ketela dengan kertas alumunium, dan yang lain dibiarkan terbuka. Percobaan dimulai sebelum matahari terbit.
                              2.            Letakkan tanaman ditempat yang mendapat cukup cahaya matahari.
                              3.            Pada sore hari, petiklah daun-daun tanaman tersebut.
                              4.            Buka kertas alumunium yang ada pada daun
                              5.            Masukkan daun-daun tersebut ke tabung reaksi
                              6.            Masukkan ke dalam alcohol (supaya klorofilnya larut).
                              7.            Masukantabung reaksi yang berisi alcohol ke dalam beaker gelas yang direbus
                              8.            Setelah mendidih air Ambil dan cucilah daun-daun itu dengan air
                              9.            Tetesi daun-daun tersebut dengan iodium atau lugol.
                          10.            Amati perubahan yang terjadi




.
2.3                 Pembahasan Penelitian
Pada uji Sachs ini bertujuan melakukan uji apakah tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis. Adapun alat dan bahan yang digunakan diantaranya adalah beker gelas 500 ml, beker gelas 250 ml, pinset, pemanas, penjepit kertas (klip), alkohol 70 %, air/aquades, Yod KI/lugol, tanaman berdaun lebar, dan kertas timah. Pada pagi hari sebelum praktikum, sebagian daun tanaman yang sehat ditutup dengan kertas timah, dan dijepit dengan sebuah klip. Setelah terdedah cahaya matahari selama 2-3 jam, daun itu kemudian dipetik. Kemudian daun dimasukkan dalam pada beker gelas yang berisi larutan alcohol 100ml-150 ml yang dipanaskan di alat pemanas di sekitar air yang mendidih selama beberapa saat (5menit). Daun dimasukkan dalam alcohol agar klorofil larut sehingga daun menjadi pucat. Daun yang digunakan kelompok untuk percobaan sulit larut klorofilnya. Hal ini disebabkan ketebalan daun dan larutan yang digunakan hanya alcohol yang kadarnya kurang keras untuk dapat melarutkan klorofil pada daun yang tebal. Seharusnya semakin tebal daun maka semakin keras pelarutnya, contoh pelarut yang keras adalah aseton. Maka data percobaan menggunakan data kelas, karena hanya ada satu kelompok yang berhasil dalam percobaan ini. Daun yang digunakan kelompok tersebut adalah daun tanaman pacar air. Setelah beberapa menit, daun tersebut ditiriskan dan ditempatkan pada sebuah cawan. Daun tersebut lalu ditetesi dengan larutan Yod-KI atau lugol sehingga terjadi perubahan warna  seperti yang terlihat pada gambar berikut:
Pada percobaan digunakan larutan lugol yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya amilum pada daun tersebut. Jika terdapat amilum maka pada bagian daun yang ditetesi lugol akan berubah warna menjadi biru kehitaman. Pada saat daun ditetesi dengan iodin bagian yang sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi biru kehitaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada bagian daun yang tidak ditutupi kertas timah terdapat amilum, sedangkan pada bagian daun yang ditutupi kertas timah tidak terdapat amilum.
Bab III
Penutup
                 3.1      Kesimpulan
Pada percobaan yang telah lita lakukan ini, benar-benar terbukti bahwa dalam peristiwa fotosintesis dihasilkan amilum (karbohidrat) sebagaimana percobaan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Sachs pada tahun 1980. Hal ini terbukti melalui terjadinya perubahan warna pada daun yang telah direbus dalam air panas setelah ditetesi iodium. Bagian daun yang tidak ditutupi berubah warna menjadi hitam setelah ditetesi iodium dan hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu terdapat amilum sebagai hasil dari peristiwa fotosintesis yang terjadi sebelum percobaan dilakukan,dan sebaliknya pada bagian daun yang ditutupi akan berwarna putih setelah ditetesi iodium dan hal ini membuktikan bahwa pada bagian daun itu tidak terdapat amilum (karbohidrat), karena ketika proses fotosintesis terjadi, bagian daun tersebut tidak mengalami fotosintesis karena tidak mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak dapat memperoleh karbondioksida dari udara karena bagian daun tersebut tertutup rapat oleh kertas timah.
              3.2      Saran
      Saran kami bagi yang ingin melakukan kegiatan yang sama ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut:
-      Menyediakan alat dan bahan
-  Apabila memanaskan air dengan tabung rekasi (tidak menggunakan gelas
        beaker) jepit tabung reaksi dengan penjepit tabung reaksi, perhatikan pula
        nyala api (nyala api harus biru)
-       Pemanasan awal harus menggunakan nyala api kecil
-   Jangan mengarahkan mulut tabung reaksi ke daerah yang ada orang atau
         yang di pakai menyimpan zat kimia
-    Gunakan pakaian khusus laboratorium dan sarung tangan untuk menghindari
         hal-hal yan gtidak diinginkan
-        Tertib dalam melakukan urutan metode penelitan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar